Jamur merupakan organism bersifat heterotroph. Hidup menumpang sebagai saprofit pada bahan-bahan organik yang telah mati. Daging jamur mengandung banyak protein. Hal inilah yang membuat prospek bisnis jamur mejanjikan. Disamping itu, peluangnya masih sangat terbuka lebar.
Ada beragam jenis jamur yang bisa dibudidayakan dan dikonsumsi. Salah satunya adalah jamur tiram. Jamur yang saat ini sedang dibudidayakan Bpk. Bowo anggota KP Karetan.
Pak Bowo merupakan salah seorang pengusaha budidaya jamur asal Desa Bulurejo Kecamatan Purwoharjo mengungkapkan, jika bisnis jamur sangat bagus. Beliau menekuni budidaya jamur tiram kurang lebih sudah 5 tahun. Berawal dari pembuatan benih.
Walau di masa pandemi seperti saat ini, produksi jamur harus terus berlanjut karena jika tidak di[anen maka akan mengganggu pertumbuhan jamur muda.
Contohnya saja, jika tidak dipanen maka jamur muda yang akan tumbuh tidak akan bisa tumbuh karena ada jamur yang tidak dipanen.
Semua sektor telah terpengaruh oleh pandemi covid-19, begitu pula dengan usaha budidaya jamurnya. Menurutnya, pemasaran atau penjualan hasil produksi jamur yang biasanya di kirim ke Pulau Dewata kini harus memutar strategi dan salah satunya adalah dengan mengalihkan hasil produksi ke pasar lokal seperti pedagang sayuran keliling atau mlijoan.
Dengan hasil panen sekitar 5 kg per hari, itu juga disesuaikan masa panennya dengan pedagang setempat. Jika ambilnya pagi maka harus dipanen setiap pagi dan sebaliknya.
Suka atau tidak, memang semua merasakan dampak dari Covid-19. Tapi kita harus tetap optimis karena setiap usaha pasti ada pasang surutnya.
Sebenarnya untuk budidaya jamur tiram cukup sederna. Media tanam untuk budidaya jamur tiram adalah serbuk kayu, serbuk jagung dan kapur atau embut. Kemudian diaduk rata, lalu dimasukkan ke plastic yang nantinya kita sebut dengan bag log. Sebelum masuk plastik atau polybag didiamkan sehari semalam. Proses pembungkusan, mulut plastik masuk ke kolom (ring) sebesar tutup botol, dilipat dan dikat dengan karet gelang ke ring itu. Setelahnya bag log siap, lalu kukus dalam tong. Setelah selesai diamkan sejenak hingga hangat tidak sampai dingin baru masukkan benih jamur tiram, lalu masukkan ke tempat inkubasi. Biasanya, masa produktif panen jamur selama empat bulan. Untuk perawan sendiri cukup mudah. Siram sehari 2-3 kali tergantung kelembaban daerah pembudidayaan. Jika daerah cukup lembab maka cukup 2 kali saja, tapi jika memasuki musim kemarau maka bisa sampai 3 kali dalam sehari.
